PENJASORKES : KEBUGARAN JASMANI
KEBUGARAN JASMANI
Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh
dalam melakukan tugas/pekerjaan secara maksimal tanpa mengalami kelelahan dan
mampu untuk melakukan kegiatan/aktivitas selanjutnya.
Daya Tahan Kardiovaskuler adalah
kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru dan peredaran
darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus
menerus yang melibatkan kontraksi otot dengan intensitas tinggi dalam waktu
yang cukup lama. Daya tahan (endurance) dibagi menjadi 2 yaitu daya tahan
kardiovaskuler dan daya tahan otot. Daya Tahan Otot adalah kemampuan seseorang
untuk mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu
yang relatif lama dengan beban tertentu.
Latihan yang dapat meningkatkan dan
mengembangkan daya tahan jantung dan paru banyak jenisnya antara lain: lari
jarak jauh, lari lintas alam, interval training atau latihan yang memaksa tubuh
untuk bekerja dalam waktu yang lama (lebih dari 6 menit). Interval training
adalah suatu sistem latihan yang diselingi masa-masa istirahat. Interval
training adalah acara latihan yang penting dimasukkan dalam program
keseluruhan. Bentuk latihan dalam interval training dapat berupa lari (interval
running). Faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training adalah
Intensitas latihan (dipantau melalui perhitungan denyut nadi) dan lamannya
latihan (15-30 menit).
Unsur-Unsur
Kebugaran Jasmani
1.
Kecepatan (speed) adalah
kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan dari posisi satu ke posisi lainnya dalam
waktu sesingkat-singkatnya
a)
Lari cepat dengan jarak 40 dan 60
meter
b)
Lari dengan mengubah-ubah kecepatan
(mulai lambat) makin lama makin cepat).
c)
Lari naik bukit
d)
Lari menuruni bukit.
2.
Daya ledak (power) adalah
kemampuan tubuh yang memungkinkan otot atau sekelompok alat untuk bekerja
secara maksimal.
Bentuk-bentuk
latihan untuk meningkatkan daya ledak (power) :
a) Melompat
dengan dua kaki (double leg bound)
b) Melompat
dengan satu kaki secara bergantian
c) Lompat
Jongkok
3.
Kekuatan otot adalah
tenaga, gaya atau tegangan yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot
pada suatu kontraksi dengan beban maksimal.
a.
Push up
(telungkup dorong angkat badan)
b.
Pull
up(gantung angkat tubuh)
4.
Daya tahan otot adalah
kapasitas sekelompok otot untuk melakukan kontraksi yang beruntun atau berulang
ulang terhadap suatu beban sub maksimal dalam jangka waktu tertentu. Salah satu
bentuk latihannya adalah latihan beban (weight training).
5.
Daya tahan (Endurance) Jantung dan Paru-Paru
adalah kapasitas sistem jantung, paru-paru dan pembuluh darah untuk
berfungsi secara optimal saat melakukan aktivitas sehari hari dalam waktu yang
lama.
6.
Fleksibilitas (kelenturan) adalah
kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan melalui ruang gerak sendi secara
maksimal. Kelenturan diperoleh dengan melakukan berbagai latihan peregangan,
yang dapat dilakukan di manapun dan dalam posisi apapun.
7.
Kelincahan (agility) adalah
kemampuan tubuh tubuh untuk mengubah arah secara tepat tanpa adanya gangguan
keseimbangan atau kehilangan keseimbangan.
a. Latihan Mengubah gerak tubuh arah lurus (shuttle run)
b.
Latihan
lari belak-belok (zig-zag)
8.
Keseimbangan (balance) adalah
kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi atau sikap tubuh secara tepat pada
saat melakukan gerakan.
a. Latihan keseimbangan mengangkat salah satu kaki dari sikap kayang
b. Latihan keseimbangan dengan sikap kapal terbang.
9.
Ketepatan (accuracy) adalah kemampuan
tubuh atau anggota tubuh untuk mengarahkan sesuatu sesuai dengan sasaran yang
dikehendaki.
10. Koordinasi adalah
kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan secara tepat, cermat, dan efisien.
11. Power ( Daya
/ tenaga ) Adalah kemampuan mengeluarkan kekuatan / tenaga
maksimal dalam waktu yang tercepat. Seseorang yang mempunyai tenaga yang besar.
Tes Kebugaran Jasmani
Tes kebugaran Jasmani Indonesia adalah
serangkaian tes dan pengukuran kondisi fisik bagi anak dan remaja indonesia.
TKJI meliputi usia sekolah di Indonesia antara usia 6-9 tahun, 10-12 tahun,
13-15 tahun dan 16-19 tahun. Fungsi tes dan pengukuran kebugaran jasmani :
1.
Mengukur kemampuan
siswa.
2.
Menentukan status
kondisi fisik siswa.
3.
Menilai kemampuan fisik
siswa.
4.
Mengetahui perkembangan
kemampuan fisik siswa.
5.
Sebagi bahan memberikan
bimbingan meningkatkan kebugaran jasmani.
6.
Sebagai salah satu
penilaian pelajaran jasmani.
Proses pelaksanaan TKJI adalah sebagai berikut :
a)
Tes Lari 60 Meter
Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan lari.
Alat dan fasilitas terdiri dari :
Lintasan lari, Bendera, Peluit, Alat
tulis, Stopwatch.
Pelaksanaan tes lari 60 meter adalah :
Pelaksanaan tes lari 60 meter adalah :
1) Sikap permulaan Peserta berdiri
dibelakang garis start.
2) Gerakan pada aba-aba “ Siap “
peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari.
3) Pada aba-aba “ Ya “ peserta lari
secepat mungkin menuju garis finish dengan menempuh jarak 60 meter.
b) Tes Gantung Siku ( putri ) dan
Angkat tubuh ( putra )
Tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur kekuatan dan
ketahanan otot lengan dan otot bahu.
Alat dan fasilitas yang digunakan
stopwatch, serbuk kapur atau magnesium karbonat, alat tulis
Pelaksanaan angkat tubuh
1) Peserta berdiri dibawah palang
tunggal. Kedua tangan berpegangan pada palang tunggal selebar bahu. Pegangan
telapak tangan menghadap ke arah letak kepala.
2) Gerakan Angkat badan hingga dagu
melewati palang kemudian turunkan kembali seperti pada sikap permulaan namun
siku sedikit ditekukan. Lakukan selama 60 detik.
Pelaksanaan
gantung siku
1) Palang tunggal dipasang dengan
ketinggian sedikit di atas kepala peserta.
2) Sikap permulaan Peserta berdiri
dibawah palang tunggal, kedua tangan berpengangan pada palang tunggal selebar
bahu, pegangan telapak tangan menghadap ke belakang.
3) Dengan bantuan tolakan kedua kaki,
peserta melompat ke atas sampai mencapai siku bergantung siku tekuk, dagu
berada di atas palang tunggal. Sikap tersebut dipertahakan selama mungkin
c) Baring Duduk 60 Detik
Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot
perut.
Alat dan fasilitas yang digunakan
adalah lantai, rumput yang rata dan bersih, stopwatch, alat
tulis, matras
Sikap permulaan
1) Peserta berbaring telentang di
lantai atau rumput, kedua lutut ditekuk dengan sudut 900 , kedua tangan
diletakan masing-masing di samping telinga.
2) Gerakan Pada aba-aba “ Ya “ peserta
mengambil sikap duduk sehingga kedua sikunya menyentuh kedua paha, kemudian
kembali ke sikap permulaan. Gerakan ini dilakukan berulang-ulang dengan cepat
tanpa istirahat selama 60 detik.
d) Loncat Tegak
Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak atau tenaga
eksplosif tungkai.
Alat dan fasilitas yang digunakan
adalah papan berskala sentimeter, warna gelap, berukuran 30
x 150 cm, dipasang pada dinding yang rata. Jarak antara lantai dengan angka 0 (
nol ) pada skala yaitu 150 cm, serbuk kapur, penghapus papan tulis, Alat tulis
Sikap permulaan
1) Ujung jari dari peserta diolesi
dengan serbuk kapur.
2) Peserta berdiri tegak dekat dinding,
jari kaki rapat, papan skalla berada disamping kiri atau kanannya.
3) Kemudian tangan yang dekat dinding
diangkat lurus ke atas, telapak tangan ditempelkan pada papan berskala sehingga
meninggalkan bekas raihan jarinya.
4) Peserta mengambil awalan dengan
sikap menekukkan lutut dan kedua lengan diayun ke belakang. Kemudian peserta
meloncat setinggi mungkin sambil menepukan papan dengan ujung jari sehingga
menimbulkan bekas. (a) Catat raihan tegak
(b) Ketiga raihan loncatan dicatat
(c) Raihan loncatan dikurangi raihan tegak
(d) Ambil nilai selisih raihan yang tertinggi
e) Lari 1000 untuk Putri Dan 1200 untuk
Putra
Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan paru-jantung (
kardiovaskular ).
Alat dan fasilitas yang digunakan
lintasan lari 1200 meter untuk putra dan 1000 meter untuk
putri, stopwatch, bendera start, peluit, tiang pancang, alat tulis.
Sikap permulaan
1) Peserta berdiri dibelakang garis
start
Gerakan Pada aba-aba “ Siap “ peserta mengambil
sikap start berdri, siap untuk lari. Pada aba-aba “ Ya “ peserta berlari menuju
garis finish, menempuh jarak 1200 meter untuk putra dan 1000 meter untuk putri.
Comments
Post a Comment